The Prince Of Dimension [Chapter Two] || EXO Fantasy FanFiction

picsart_08-21-07.49.44.jpg

Grence : Hurt, Sad, Fantasy, Romance, Family, SchoolLife, & Friendship.

Main Cast :

  • Kim Jong In [KAI] – Prince Of Dimension.
  • Lee Cantika Hime [CACA] (OC) – Princess Of Time.

Support Cast :

  • Park Chan Yeol [CHANYEOL].
  • Oh Sehun [SEHUN].
  • Jung Soo Jung [KRYSTAL].

 

 

 

 

WARNING! FF INI ASLI DARI KEPALA AUTHOR! TOLONG JANGAN COPAS! DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT READERS!

 

 

 

 

 

Seoul, Korea Selatan

   14, January 2008

         12.08 KTS

 

Perlahan aku merasakan tubuh ku mulai terdorong keluar dari portal dimensi. Aku seketika juga merasakan bahwa ada ribuan bahkan jutaan tetesan air yang mulai membasahi diri ku. Aku membuka mata ku perlahan,”Hahh.. Mengapa aku harus keluar di tempat terbuka pada saat hujan?!” Gerutu ku sedikit kesal sambil mengusap wajah ku yang telah basah oleh air hujan.

Aku memperhatikan sekitar ku dengan seksama,”Tunggu dulu.. Seoul, Korea Selatan? Bagaimana aku bisa terkirim keluar di tempat ini? Apa tempat ini ada hubungannya dengan.. Soora?” Gumam ku sambil memutar otak ku mengingat semua riwayat hidup Soora.

 

“Kai.. Bisakah kita pergi ke Seoul, Korea Selatan suatu saat nanti? Ah! Indonesia.. Aku juga ingin pergi ke tempat itu!”

“Kau ini.. Buat apa kesana?”

“Oh ayolah, Kai.. Aku ingin lihat pakaian – pakaian imut di Seoul, Korea Selatan! Sedangkan di Indonesia aku ingin menikmati pemandangan alam yang sangat indah!”

“Hufft, Baiklah.. Suatu saat nanti aku akan membawa mu kesana, Tetapi kau harus belajar mengendalikan waktu dengan rajin..”

“Kyaaaa! Terimakasih!”

 

Salah satu memori sesaat terputar di dalam otak ku,”Ini pasti karena rasa ingin mu yang belum tercapai..” Aku seketika tersadar jika saat ini aku masih berdiri di tengah – tengah hujan lebat. “Sebaiknya aku mencari tempat untuk berteduh..”

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Aku berlari ke segala tempat selama 20 menit, Tetapi aku tidak menemukan satu tempat pun yang cocok untuk berteduh. Mengapa aku tidak melakukan teleportation? Itu karena kekuatan ku tengah kacau sama seperti keadaan ku saat ini, Sehingga membuat ku terpaksa harus melakukan segalanya layaknya manusia.

 

 

Tell me you love me

I know you don’t

Tell me you still wan’t me

Oh~ I know you don’t, no more

No more

No more

No more

 

 

DEG!

“Ahk! Hahh.. Hahh.. Dada ku sakit! Arrgh!!” Dada kiri ku terasa sakit bukan main, Aku terjatuh dan merintih kesakitan pada tanah yang basah. Aku tidak peduli dengan pandangan orang yang nantinya menganggap aku ‘ANEH’ karena rasa sakit ini benar – benar menyakiti ku.

 

 

My heart is crazy frustated

I can’t hold onto you

Who is leaving me

 

 

DEG!

“Arrgh! Hentikan! Arrghh!! Aku mohon hentikan!!!” Jerit ku memohon kepada siapa pun untuk menhentikan meloday yang menyayat diri ku. Namun, Tiba – tiba saja aku merasakan bahwa tetesan hujan tidak lagi membasahi diri ku, Aku dengan cepat mendongakkan kepala ku. Aku membulatkan mata ku saat mendapati sosok gadis kecil tengah melindungi ku dari hujan menggunakan payung hitam ukuran besar.

“Ga.. Gadis kecil? Ka.. Kau menolong ku?” Tanya ku tidak percaya dengan lirih. Aku dapat melihat gadis kecil itu mengangguk cepat, Aku tanpa sadar tersenyum kecil karena kebaikan murni gadis kecil itu. Aku dengan segera berusaha bangkit, Aku mengambil alih payung gadis kecil itu kerana mustahil untuknya memayungi diri ku dengan tingginya yang hanya sampai paha ku.

“Ayo, Kita berdua harus mencari tempat berteduh yang aman!” Ujar ku sambil mengulurkan tangan ku padanya dan tanpa di sangka gadis kecil itu menerima uluran tangan ku. Entah kenapa, Sentuhannya menghilangkan rasa sakit pada diri ku. Aku juga merasa rindu akan sentuhan ini.

 

 

 

_Halte Bus_

Kini kami duduk dalam diam di sebuah halte bus yang beberapa saat yang lalu kami temukan. Yup, Gadis kecil itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan itu membuat ku menjadi sedikit bingung, “Gadis kecil.. Gwenchana??” Tanya ku yang pada akhirnya memecah ke heningan di antara kami.

Gadis kecil itu seketika menoleh, Aku sejenak terpaku akan sosok gadis kecil di sebelah ku ini. Matanya bulat indah, Bibirnya merah sedikit tebal, Rambutnya hitam panjang terurai, Kulitnya eksotis, dan wajahnya bisa terbilang mungil. ‘Cantik’ hanya itu yang ada di kepala ku untuk mendeskripsikan sosok gadis kecil ini.

Namun, Seketika aku berubah menjadi shock serta panic saat menyadari bahwa mata gadis kecil itu perlahan mulai mengeluarkan air mata. “Eh? Wa.. Waeyo? U.. Uljjima…” Aku dengan cepat menghapus lembut air matanya yang terus keluar itu.

 

“Hiks hiks hiks hiks.. Ahjussi.. Jeongmalyo.. Hiks hiks hiks hiks.. Joesonghamnida.. Hiks hiks hiks hiks..”

 

“Mwo? Waeyo? Mengapa kau meminta maaf?” Tanya ku bingung serta cemas.

 

“Hiks hiks.. Gara – gara aku bernyanyi.. Hiks hiks hiks.. Ahjussi menjadi kesakitan seperti tadi…”

 

Aku sontak terdiam, “Ga.. Gadis kecil ini? Dia yang menyanyikan lagu itu??” Ucap ku dalam hati dengan tidak percaya. Aku memperhatikan gadis kecil itu secara detail dan aku menangkap sebuah benda yang tidak asing bagi ku.

 

 

 

 

“Ka.. Kalung.. ‘Time Control’ milik.. Soora?”

 

 

 

 

 

 

To Be Countinue………………

 

What U Need [Chapter One] || EXO Romance FanFiction

picsart_11-03-08-03-51

Grence : SchoolLife, Friendship, Hurt, Romance, & Family. 

Main Cast :

  • Jung Han Na[HANA].
  • Zhang Yi Xing[LAY].
  • Choi Na Rhei[RHEINA].
  • Kim Joon Myeon[SUHO].
  • Wu Yi Fan[KRIS]. 

Support Cast :

  • Ahh Hee Yeon[HANI].
  • Seo Hye Rin[HEYRIN].
  • Kim Ki Bum[KEY].
  • Choi Min Ho[MINHO].
  • Lee Tae Min[TAEMIN].

 

 

 

 

WARNING! FF INI ASLI DARI KEPALA AUTHOR! TOLONG JANGAN COPAS! DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT READERS!

 

 

 

 

“Hana-ya!”

Hana, Sosok yeoja manis dengan style rambut Waterfall Braid yang awalnya hanya terfokus pada buku novel dalam genggamannya itu, Seketika mengalihkan pandangannya saat mendengar sebuah suara yang cukup familiar di telinganya memanggil namanya. Ia mendapati ketiga sosok sahabatnya yaitu Rheina, Suho, dan Kris yang tengah berlari cepat menuju ke tempatnya.

Hana hanya tersenyum kecil ketika Rheina, Suho dan Kris sampai di hadapannya. “Hahhh.. Hahh.. Kami mencarimu di perpustakaan. Namun, Rupanya kau ada disini.” Jelas Rheina sambil mencoba untuk menormalkan deru nafasnya. Hana hanya terkekeh geli melihat sahabatnya itu berbicara dengan nafas yang tersenggal – senggal. “Hufft, Hana-ya.. Dimana handphone milikmu?? Aku mencoba untuk menghubungimu barusan..” Tanya Kris heran sambil memberikan tatapan yang menginginkan sebuah penjelasan.

“Eh? Umm.. Aku lupa membawa handphone, Hehe.” Jawab Hana sambil menggaruk belakang lehernya  yang tidak gatal dan tersenyum memperlihatkan gigi putihnya tanpa rasa bersalah. Rheina, Suho dan Kris hanya bisa menggeleng pasrah mendengar jawaban Hana. “Hana-ya, Kau tidak boleh lupa membawa handphone seperti ini lagi, Arraseo? Kami khawatir jika kau mendapat bully lagi..” Nasehat Suho sambil mengusap kepala Hana lembut.

Hana bernama asli ‘Jung Han Na’. Ia merupakan putri tunggal dari ‘Jung Hoon Bi’ dan ‘Choi Na Eun’ yang merupakan pasangan musisi ternama asal Seoul, Korea Selatan. Hana mewarisi salah satu bakat seni orangtuanya, yaitu Bermain piano dan Bermain biola. Namun, Suatu ketika ia mengalami sebuah peristiwa yang membuatnya benar – benar menjauhi dan takut akan dunia seni musik. Oleh karena itu juga, Hana tidak pernah lagi mengikuti perfomance orangtuanya. Hal itu membuatnya harus tinggal seorang diri di Seoul, Korea Selatan karena orangtuanya yang harus terus berpergian melakukan perfomance, tetapi terkadang ketiga sahabatnya itu dengan setia akan menetap di rumahnya jika ia merasa kesepian. Rheina, Suho dan Kris, Mereka adalah sahabat Hana sejak kecil. Hanya mereka yang mau membela dan melindungi Hana dari bully. Orangtuanya pun hanya bisa pasrah membiarkan Rheina, Suho dan Kris untuk mengurus putri mereka.

Rheina, Suho dan Kris mereka sendiri awalnya bukanlah sahabat. Mereka bertemu saat melihat kondisi Hana yang dapat di bilang sangat ‘Mengenaskan’ saat itu. Rheina bernama asli ‘Choi Na Rhei’, Ia merupakan putri tunggal pengusaha butik ternama di Paris. Suho bernama asli ‘Kim Joon Myeon’, Ia merupakan putra pertama dari pemilik saham terbesar di Seoul, Korea Selatan. Sedangkan, Kris yang bernama asli ‘Wu Yi Fan’ , Namja blesteran China-Canda ini adalah sepupu Suho yang juga merupakan putra pertama pemilik saham terbesar di China. Sejak peristiwa mereka menemukan Hana saat itu, Mereka bertekad untuk melindungi Hana bagaikan keluarga mereka sendiri. Mereka bertiga lebih tua beberapa bulan dengan Hana sehingga Hana memanggil mereka memakai ‘Eonni’ dan ‘Oppa’.

“Hmmm, Arraseo.. Mianhe, Aku sudah membuat kalian khawatir.” Ucap Hana dengan rasa bersalah sambil memperlihatkan senyum tulusnya. Rheina, Suho dan Kris pun hanya mengangguk dan tersenyum menanggapinya.”Oh ya! Hana-ya, Kami mendapat berita baru lohh~” Ucap Rheina dengan nada menggoda hingga membuat Hana mengerutkan dahinya bingung. “Rheina eonni.. Sepertinya bahagia sekali dengan berita itu. Memangnya ada berita apa sihh??” Tanya Hana yang mulai penasaran.

“Begini, Sebenarnya.. KITA MEMILIKI GURU BIDANG SENI MUSIK BARU!” Jelas Rheina sambil menekan beberapa kalimatnya dengan sangat semangat dan excited. Namun, Hana hanya terdiam mendengar hal tersebut. Suho dan Kris hanya bisa menghembuskan nafasnya, “Ya~ Kau lupa? Hana-ya tidak menyukai seni musik..” Ujar Kris mengingatkan Rheina. Sontak Rheina langsung menepuk dahinya, “OMO! Aku benar – benar lupa! Hana-ya.. Mianhe~” Ucap Rheina sambil menunjukkan wajah bersalahnya. Hana tersenyum pada Rheina, “A.. Anio, Gwenchana.. Ummm, Rheina eonni.. Memangnya ada yang menarik dari guru seni bidang musik itu? Reaksimu barusan sedikit berlebihan dari biasanya…” Rheina yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kecil hingga membuat suana hening untuk sejenak.

 

“Namanya adalah Zhang Yi Xing, Aku mendengar dari para siswi.. Ia merupakan musisi termuda berbakat yang berasal dari Changsa, Hunan, China. Aku telah melihat sosoknya yang bermain piano di ruang musik pagi ini.. Aku merasakan sesuatu yang special darinya sama sepertimu Hana-ya. Aku sejenak memiliki sebuah harapan padanya.. Harapan akan sebuah perubahan. Kau pasti mengerti maksudku..”

 

Hana terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Rheina sebelum akhirnya ia berdiri dari tempat duduknya. “Mwo? Kau mau kemana?” Tanya Suho dengan sedikit cemas. Hana menatap Suho sebentar, “Aku hanya ingin mengambil handphoneku..” Setelah mengatakan itu, Hana berjalan pergi meninggalkan ketiga sahabatnya itu yang hanya bisa menatap punggung Hana yang perlahan semakin menjauh.

 

 

 

 

 

_Hana POV_

Jujur, Aku sudah lelah dengan semua ini. Aku lelah dengan rasa takut yang menyelimuti diriku selama ini. Namun, Aku sendiri tidak berani melangkah keluar dari rasa takut ini. Aku juga sudah sangat lelah membuat susah dan merepotkan Rheina, Suho dan Kris. Aku lelah dengan kesuyian hidupku yang tanpa ada musik. “Hahh.. Sampai kapan-”

 

 

Holding you, Holding you.. It’s In You, River Flows In You~

Slowly More Slowly~

There Is A River Flowing Inside Me~

Holding you, Holding you.. It’s In You, River Flows In You~

Waiting The Waiting~

Will I Be There Then~

 

 

Aku seketika menghentikan langkahku. Aku benar – benar terpaku dengan alunan piano itu dan juga suara indah itu. “Yimura-River Flows In You.. Siapa yang memainkan lagu itu dengan sangat indah? Menyanyikan dalam bahasa inggris pula..” Perlahan tanpa sadar kini kaki ku melangkahkan kaki ku mengikuti alunan lagu itu. Aku terhenti tepat di depan ruang musik lama sekolah, Disana cukup seni dan tenang. “Suaranya berasal dari tempat ini??” Walaupun awalnya sedikit ragu, Aku pun akhirnya dengan perlahan membuka pintu ruang musik.

Mataku menangkap sosok namja tengah memainkan piano hitam lama milik sekolah. Aku perlahan mulai mendekatinya, Aku rasa ia tidak menyadari keberadaanku. Aku kini berdiri di sampingnya. Aku memperhatikannya  dari atas hingga bawah, Matanya terpejam seakan sangat mendalami dan menikmati permainannya dan senyum indahnya terus terukir hingga menunjukkan dimplenya. “Tampan..” Satu kalimat itu cukup untuk mendeskripsikan sosok namja di hadapanku ini. Kulitnya putih, Tubuhnya sempurna, Wajahnya tampan dan terlihat dapat menenangkan siapa saja, dan Senyumnya dapat mendamaikan semua orang yang melihatnya.

“Permaiananmu sangat mengagumkan.. Suaramu juga sangat indah, Bagaimana bisa?” Pertanyaan itu tiba – tiba keluar dari mulutku. Namja itu sontak membuka matanya terkejut dan langsung menoleh kearahku, Aku tentu saja menjadi sangat gugup(?).

“Ahh, Mianhe.. Aku barusan tanpa sengaja mendengar permainan dan suaramu. Aku tanpa sadar kemari.” Jelasku dengan jujur karena sejak awal aku paling tidak bisa berbohong. Namja itu tersenyum manis sebelum tiba – tiba berdiri di hadapanku, Tubuhnya jauh lebih tinggi dari diriku dan ia memakai jas Windowpane. Aku menyukai itu karena suatu hal.

 

 

“Gomawo~ Ah, Ne.. Namaku adalah Zhang Yi Xing, Aku guru baru di sekolah ini. Aku mengajar bidang seni musik…”

 

 

 

 

 

To Be Continue……..

Why? [PROLOG] || EXO Romance FanFiction

picsart_08-29-08.47.09.png

Grence : Romance, Friendship, Hurt, Sad & Family.

Main Cast :

  • Kim Jong Dae [CHEN].
  • Cho Launa Zeba [ZEBA].
  • Zhang Yi Xing [LAY].
  • Oh Sehun [SEHUN].

Support Cast :

  • Lee Cantika Hime[CACA].
  • Kim Min Seok [XIUMIN].
  • Lee Sun Kyu [SUNNY].

 

 

 

 

WARNING! FF INI ASLI DARI KEPALA AUTHOR! TOLONG JANGAN COPAS! DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT READERS!

 

 

 

 

 

 Seoul, Korea Selatan

 21 September 2016

         18.21 KTS

 

“Bagus! Benar seperti itu! Tahan! One.. Two.. Three!!”

“Ok! Bagus sekali, sekarang ganti pose!”

“Luar biasa! Sip! Tahan pose itu! One.. Two.. Three!!”

 

 

“Ya! Cukup! Cukup untuk hari ini, kalian semua sudah bekerja dengan baik! Kalian sudah boleh beristhirahat!”

 

 

 

_Cho Launa Zeba_

Fiuhh. Aku menghembuskan nafas lega setelah akhirnya selesai melakukan pengambilan gambar yang telah memakan waktu seharian ini. Aku beranjak keluar dari area pemotretan dan segera menghampiri managerku. Aku menepuk pundak managerku itu dan sontak managerku itu pun langsung menoleh dengan senyum yang perlahan mengembang semakin lebar.

“Ah! Zeba-ssi.. Aigoo~ Model kebanggaan JM Entertaiment Studio! Pemotretanmu untuk Wkorea bulan September ini sungguh mengagumkan! Kau selalu memuaskan semua orang!” Puji managerku itu yang terlihat benar – benar sangat puas. Aku hanya membalas pujiannya dengan senyum kecil, karena aku sudah sering mendapat pujian seperti itu sejak aku melakukan pemotretan pertamaku  pada saat aku berumur 5 tahun. ‘Benar – benar model berbakat!’ begitulah kata orang – orang setiap mereka melihat diriku pada majalah – majalah tenama atau produk kecantikan ternama.

“Umm, Apa hanya itu yang ingin anda katakan padaku?” Tanya ku sambil menyilang kedua tanganku di depan dada dan menaikkan salah satu alisku. Managerku terlihat mengerutkan dahinya dan mulai berfikir keras, setelah cukup lama terdiam aku pun hanya bisa menghela nafasku kesal.

“Apakah manager tidak ingin mengatakan ‘Zeba-ssi, Mianhe.. Karena kecerobohanku mengatur jadwal akhirnya kau jadi harus menghabiskan hari liburmu untuk pemotretan.’ Apa anda tidak ingin mengatakan hal itu??” Tanyaku dengan nada menyindir serta senyum kecut.Sebuah senyum bodoh seketika terlihat terukir pada wajah managerku itu. “Eh.. Hehe, Mian.. Sebagai gantinya aku akan memberikanmu libur selama 2 hari mulai besok.” Aku langsung membalasnya dengan senyum lebar serta acungan jempol yang menandakan ‘Aku suka itu’.

“Minho-ya!” Aku dan manager menoleh dan mendapati sesosok yeoja imut yang terlihat lebih tua dari pada managerku, pakaiannya berkelas dan rambutnya pendek sebahu berwarna merah seperti apel. “Oh! Sunny noona!” Dengan cepat managerku itu berlari kearah Sunny(?) meninggalkan aku yang hanya bisa diam. Mereka terlihat berbincang – bincang kecil tapi kelihatannya lumayan serius, aku pun memutuskan untuk mengganti pakaian dulu dengan pakaian yang lebih santai selagi menunggu manager selesai berbicara dengan wanita itu.

 

************

 

Setelah aku selesai mengganti pakaian, ku lihat yeoja yang tadi telah pergi. Namun, kini aku melihat managerku tengah merangkul seorang namja asing sambil membicarakan sesuatu. Aku pun mendekati mereka.

“Manager, Aku mau pulang.” Perbincangan mereka terhenti, manager menoleh dan tersenyum lebar. “Aigoo~! Zeba-ssi, Barusan aku mencarimu! Perkenalkan, dia adalah staff baru disini..” Aku langsung mengalihkan pandanganku pada namja asing itu yang rupanya adalah staff baru. Kulitnya putih, rambutnya hitam, matanya memancarkan keramahan dan kehangatan dan bibir uniknya yang berwarna cherry membentuk sebuah senyum yang benar – benar lembut.

“A.. Annyeonghaseyo, jeoneun Cho Launa Zeba imnida.. Panggil saja aku Zeba.” Aku menjulurkan tanganku sambil berusaha menyembunyikan perasaan gugup pada diriku. “Annyeonghaseyo, jeoneun Kim Jong Dae imnida panggil saja Chen.” Ujar namja yang rupanya bernama Chen itu sambil membalas uluran tanganku.

 

Deg Deg Deg 3x

 

“Ehem!” Aku dan Chen seketika melepas jabatan tangan kami. “Mian, bukannya ingin mengganggu waktu kalian tapi sekarang malam semakin larut dan kau Zeba-ssi.. Jangan sampai kau menjadi takut kegelapan dan menginap di studio seperti saat itu!” Wajahku sontak memerah ketika manager memperingati aku serta membocorkan kejadian memalukan diriku. “Arraseo! Arraseo! Aku pulang dulu!” Sambil menahan rasa malu aku pun mulai beranjak.

 

“Ah! Tunggu sebentar!”

 

DEG!

 

Aku menengok dan melihat pergelangan tanganku yang di genggam oleh Chen. “Umm, Wa.. Waeyo?” Tanya ku yang benar – benar gugup. Chen tersenyum kecil, “Mau pulang bersama? Aku khawatir jika membiarkanmu pulang sendirian.. Terutama setelah aku tau bahwa kau takut pada gelap.” Aku mulai merasakan pipiku memanas. “E.. Ba.. Bagaimana ya?? Me.. Memangnya kau tidak sedang buru – buru??” Tanya ku sambil mengalihkan pandanganku dari tatapan matanya.

“Anio, aku tidak sedang buru – buru.. Bagaimana?” Aku meliriknya sekilas yang tengah tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya itu. “Ba.. Baiklah.” Jawab ku sambil berjalan mendahuluinya karena malu.

 

 

 

 

 

_Kim Jong Dae_

Dalam hati kecilku, aku sangat merindukan dirimu. Aku sungguh bahagia dapat bertemu denganmu, melihat senyum manis pada wajahmu dan rona merah pada kedua pipimu yang membuatku selalu gemas ingin mencubitnya. Namun, aku tau bahwa kini aku tidak mungkin bisa melakukannya.

Kecelakaan 17 tahun yang lalu, membuatmu kehilangan memori kebersamaan kita. Aku sungguh sedih dan juga menyesal. Pada saat itu, aku mengutuk diriku sendiri karena akulah yang menyebabkan kecelakaanmu saat itu.

 

 

“Mianhe…”

 

“Joengmal.. Mianhe…”

 

“Mianhe…”

 

 

 

To Be Continue………

Different [PROLOG] || EXO Fantasy FanFiction

picsart_09-13-05.06.05.png

Grence : Fantasy, Romance, Friendship, SchoolLife, Family, & Action.

Main Cast :

  • Kim Jong In[KAI] (X) Lee Cantika Hime[CACA].
  • Kim Jong Dae[CHEN] (X) Cho Launa Zeba[ZEBA].
  • Oh Sehun[SEHUN] (X) Park Yeol Na[YOLAN].
  • Park Chan Yeol[CHANYEOL] (X) Cho El Nata[ELSHA].
  • Kim Joon Myeon[SUHO] (X) Choi Na Rhei[RHEINA].
  • Zhang Yi Xing[LAY] (X) Jung Hann Na[HANA].
  • Huan Zi Tao[TAO] (X) Kim Tricia Be[BEATRICE].

Support Cast :

  • Wu Yi Fan[KRIS].
  • Xi Luhan[LUHAN].
  • Byun Baek Hyun[BAEKHYUN].
  • Kim Min Seok[XIUMIN].
  • DO Kyungsoo[D.O].
  • (Yang lainnya temukan sendiri ya! >.<)

 

 

 

 

WARNING! FF INI ASLI DARI KEPALA AUTHOR! TOLONG JANGAN COPAS! DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT READERS!

 

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

SMTOWN, Sebuah kota yang memiliki kecanggihan teknologi yang sangat luar biasa. Setiap orang yang mengunjungi kota selalu ingin bisa tinggal disana tetapi, Karena takut jika kota mengalami kerusakan akibat dari 0rang – orang tidak bertanggung jawab. Akhirnya peraturan membuat keputusan bahwa yang boleh tinggal atau menetap disana hanyalah keluarga para ilmuan, peneliti serta profesor. Bahkan, Mereka membangun sekolah yang hanya memberikan pelajaran berupa penelitian karena mereka bertujuan untuk terus menghasilkan penerus para ilmuan, peneliti serta profesor yang hebat.

Namun, Sebenarnya ada sebuah kisah mengerikan di balik keberhasilan kota tersebut. Kisah mengerikan yang hanya di ketahui oleh para ilmuan tertua disana. Kisah mengerikan yan mengisahkan tentang keberadaan ‘DIFFERENT’.

‘DIFFERENT’ Merupakan nama dari sebuah eksperimen gagal yang tidak sengaja tercipta saat proses awal pembangunan kota. Semua bermula dari tanpa sengaja di temukannya sebuah buku kuno yang terpendam tepat di bawah tanah pusat kota. Buku kuno itu berisikan sebuah kalimat yang mengatakan “Jiwa – jiwa suci yang terlahir pada gerhana, Mereka akan membuat perubahan besar pada dunia”. Para ilmuan, peneliti serta profesor pun akhirnya bersama – sama memutuskan untuk melakukan penelitian besar tentang buku kuno itu. Sebab, Jika apa yang di katakan pada buku itu benar artinya itu juga akan menguntungkan kota.

Melewati berbagai generasi serta proses panjang akhirnya mereka berhasil mengumpulkan 7 bayi istimewa yang terlahir pada saat gerhana matahari dan bulan. Keajaiban luar biasa terus terjadi semenjak mereka menemukan bayi istimewa pertama, Contohnya itu sang bayi pertama tidak mengalami pertumbuhan hingga bayi kedua di temukan dan begitu pun seterusnya hingga bayi terakhir di temukan. Segala tes dan percobaan telah ke 7 bayi istimewa itu lakukan dan seluruh hasilnya membuat semua terkagum – kagum. IQ yang melebihi manusia pada umumnya dan kekebalan tubuh yang sangat sempurna, Membuat ke 7 bayi itu menjadi harapan besar bagi para ilmuan, profesor dan peneliti. Namun, Semua berubah ketika suatu malam ada sosok misterius yang melakukan penelitian tanpa izin pada tubuh para bayi dan entah di sengaja atau tidak melakukan sebuah kesalahan fatal.

Keesokannya, Semua pun mulai menyadari ada suatu perubahan pada para bayi itu. Seketika itu juga mereka langsung melakukan pemeriksaan pada ke 7 bayi tersebut. Mereka terkejut bukan main ketika mendapatkan hasil yang menyatakan adanya sel berbahaya yang terus tumbuh pada tubuh para bayi. Akhirnya dengan terpaksa mereka memutuskan untuk memusnahkan ke 7 bayi itu karena takutnya akan membahayakan semua orang. Namun, Lagi – lagi sebelum waktu pemusnahan ke 7 bayi terjadi ada sesosok misterius yang membawa kabur ke 7 bayi itu dan menghilang tanpa jejak. Oleh sebab itu, Semenjak kejadian itu SMTOWN di lindungi dengan dinding besar kokoh yang mengelilinginya agar terlindung dari berbagai ancaman bahaya terutama bahaya ‘DIFFERENT’.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

 

 

“Apa kisah ini benar – benar pernah terjadi sebelumnya??”

“Kalau menurutku kisah ini pasti hanya omong kosong.”

“Jika kisah ini benar – benar pernah terjadi.. Aku jadi penasaran seperti apa wujud ‘DIFFERENT’ itu dan apa mereka telah berubah menjadi sangat berbahaya seperti dalam cerita??”

“Hmm, Dari pada bingung dan penasaran..”

“Lebih baik kita cari tau saja sendiri, Hehe..”

“MWO!? Ya! Kalian jangan coba – coba! Jangan membuat masalah! Jika nanti Appa dan Eomma mengetahui pemikiran gila kalian pasti mereka akan marah besar!”

“Hyung, Aku yang bertanggung jawab.. Aku entah kenapa sangat penasaran dan ingin mengetahui kebenaran ‘DIFFERENT’. Aku ingin mengetahui kenyataan dan kebenarannya.. Aku akan menanggung semua resikonya.”

 

 

 

 

 

 

      Sniff

               Sniff

Grrrrrr~  Grrrrrr~

 

“Kalian merasakannya?”

“Yeah.. Aroma yang sungguh menggiurkan..”

“Kira – kira berasal dari mana aroma ini?? Hahh.. Rasanya naluri dari jiwa buas ku akan bangkit jika terus mencium aroma ini..”

“Manusia.. Ini aroma mereka..”

“MWO!?! Tidak mungkin! Aroma yang menggiurkan bagai racun suci ini.. Aroma milik manusia!?”

“Ini pasti berhubungan dengan buku takdir.. Karena sebelumnya tidak ada manusia yang memiliki aroma langka seperti ini..”

“Aroma ini memang milik mereka.. Manusia suci telah terpilih oleh buku takdir dan itu artinya waktu yang telah lama kita tunggu telah tiba.. Sekaranglah waktunya kita menjalankan proses pengembalian wujud menjadi.. MANUSIA…”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continue…

Promise [PROLOG] || EXO, We Are One! FanFiction

picsart_05-25-10.47.11.jpg

Grence : Fantasy, Hurt, Sad, Family, Friendship, Adventure, Game & Action.

Main Cast :

  • Kim Joon Myeon [SUHO].
  • Oh Sehun [SEHUN].
  • Kim Jong In [KAI].
  • Park Chan Yeol [CHANYEOL].
  • Kim Jong Dae [CHEN].
  • Zhang Yi Xing [LAY].
  • Kim Min Seok [XIUMIN].
  • Byun Baek Hyun [BAEKHYUN].
  • D.O Kyungsoo [D.O].

Special Guest :

  • Wu Yi Fan [KRIS].
  • Xi Luhan [LUHAN].
  • Huang Zi Tao [TAO].

 

 

 

 

WARNING! FF INI ASLI DARI KEPALA AUTHOR! TOLONG JANGAN COPAS! DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT READERS!

 

 

 

 

 

 Seoul, Korea Selatan

   12, Oktober 2016

         06.06 KTS

 

Hening.

Suasana itulah yang kini menyelimuti dorm EXO. Boyband ternama asal Seoul, Korea Selatan yang berada dalam naungan SM Entertaiment itu, Kini tengah mengambil libur selama 1 bulan. Hal itu disebabkan, Karena jadwal mereka yang padat sejak melakukan comeback stage album EX’ACT lalu repackaged album ‘LOTTO’ serta concert EXOr’Dium yang berlangsung selama 6 hari, Membuat mereka menjadi kurang beristhirahat.

Suho, Lay, Kai, D.O, Xiumin, Chen, Baekhyun, Chanyeol dan Sehun. Kesembilan member EXO itu kini tengah terbuai dalam mimpi mereka masing – masing. Namun, Tanpa mereka ketahui sebenanrnya sebentar lagi akan ada hal besar yang membuat kehidupan mereka akan kembali berubah. Hanya takdir dan sang waktu yang mengetahui hal itu.

 

Kriiiieeeekkkkk

 

Tiba – tiba salah satu pintu kamar member EXO terbuka dan perlahan menampilkan sosok maknae/member termuda EXO yaitu, Oh Sehun. Rambutnya berantakan dan ia terlihat masih belum sepenuhnya sadar dari dunia mimpinya. Setelah cukup lama terdiam, Akhirnya ia mengusap wajahnya serta merapikan rambutnya lalu berjalan menuruni tangga. Ia memasuki dapur lalu membuat segelas susu cokelat panas favoritenya. Setelah selesai, Sehun beranjak dan duduk di sofa ruang tengah seorang diri. Ia meminum dan menikmati secara perlahan susu cokelat panas buatannya sendiri itu. Sehun seketika meletakkan gelas berisi susu cokelat panas itu di meja dan terdiam untuk beberapa saat.

Sehun mengedarkan pandangannya. Ia mulai beranjak mendekati sebuah bingkai kecil di sudut ruang tengah itu. Ia berhenti di hadapan bingkai kecil yang cukup berdebu itu, Ia meraih bingkai kecil itu dan perlahan mengusap bersih debu pada bingkai kecil itu dengan tangannya. Sehun menatap foto pada bingkai kecil itu, Yang ternyata memperlihatkan 12 member EXO ketika menyorakkan yel – yel mereka tepat di belakang panggung saat sebelum memulai debut SHOWCASE pertama mereka.

Ia menatap foto itu dan memperhatikan setiap wajah para member EXO. Pandangannya mendadak terhenti pada sosok namja cantik dengan mata rusa. “Luhan hyung…” Lirihnya pelan sambil tetap memperhatikan sosok dalam foto itu.

 

“Sehunnie? Apa yang sedang kau perhatikan??”

 

Sehun yang terkejut, Seketika langsung meletakkan kembali bingkai foto itu dan membalikkan tubuhnya. Dan rupanya, Suara yang baru saja berhasil mengagetkannya itu adalah suara milik sang EXO leader yaitu, Kim Joon Myeon atau yang biasa dikenal Suho.

“Ah, Anio… Aku hanya sedang melihat foto – foto lama,” Jawab Sehun yang kemudian kembali berjalan dan duduk di sofa sambil menikmati kembali susu cokelat panasnya. Suho mengangguk kecil lalu berjalan menghampiri Sehun sambil merapikan rambutnya yang berantakan karena baru bangun.

“Sehunnie, Jangan minum susu terus! Kau itu sudah terlalu tinggi… Padahal aku ini lebih tua dari dirimu tetapi, Tinggi mu itu melebihi diriku,” Omel Suho dengan sedikit kesal sambil duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa Sehun. Namun, Sebuah memori seketika kembali terputar di kepala Sehun ketika mendengar perkataan Suho barusan.

 

 

“Ya~! Sehunnie! Jangan minum susu terus! Kau itu sudah terlalu tinggi tau! Padahal aku ini lebih tua dari dirimu tetapi, Tinggi mu itu bahkan melebihi tinggi ku!,”

“Ahahaha! Jangan menyalahkan aku! Jelas – jelas semua ini salah tubuh Luhan hyung yang masa pertumbuhannya cepat sekali berhenti!,”

“Ya! Apa kau bilang!? Berani sekali kau mengejek hyung mu! Kemari kau OH SEHUN!!!,”

 

 

“Sehunnie…”

“Sehunnie…”

“OH SEHUN!!!,”

Sehun seketika langsung kembali tersadar dari lamunannya. Ia pun menatap Suho yang kini tengah memperhatikan dirinya dengan tatapan heran. “Ya~ Ada apa dengan mu? Apa yang sedang kau pikirkan?? Cobalah, Untuk bercerita… Jangan kau pendam sendiri, Kau membuatku khawatir saja…,” Ucap Suho dengan cemas hingga membuat Sehun menundukkan kepalanya. “Sehu-” Baru saja akan berbicara, Tiba – tiba Sehun beranjak dari tempat duduknya.

“Kau mau kemana??,” Tanya Suho bingung karena tidak seperti biasanya Sehun bertingkah seperti itu. Sehun terdiam sejenak kemudian menatap Suho dengan ekspresi yang sulit di artikan.

 

“Aku… Aku ingin seluruh keluarga ku… Kembali seperti dulu, Apa itu mustahil??”

 

 

 

 

 

_Suho POV_

 

“Aku… Aku ingin seluruh keluarga ku… Kembali seperti dulu, Apa itu mustahil??”

 

Aku terdiam mendengar pernyataan Sehun barusan. Namun, Belum sempat aku bertanya apa maksud dari ucapannya ia dengan cepat langsung pergi meninggalkan ku sendirian. “Ingin keluarganya kembali seperti dulu?? Apa maksudnya?? Apa keluarga Sehun sedang ada masalah??,” Dengan berbagai macam pertanyaan di kepala ku, Aku pun akhirnya memutuskan beranjak menuju dapur untuk mencuci gelas bekas susu cokelat panas Sehun. Tetapi, Tiba – tiba saja…

 

Tok

Tok

Tok

 

“Eh?” Aku langsung mengalihkan pandanganku pada pintu dorm kami yang baru saja di ketuk oleh seseorang. Aku dengan cepat berjalan dan membuka pintu dorm. Yang pertama kali aku lihat adalah seorang pria berkacamata hitama dengan tubuh kekar serta setelan jas berkelas. “Ada yang bisa saya bantu??,” Tanya ku sopan pada pria itu. Pria itu menatap ku dari atas hingga bawah dan hal itu membuat ku menjadi sedikit gugup.

 

“Apa anda… Kim Joon Myeon? EXO leader? Suho?”

 

Aku menaikkan salah satu alisku. “Um, Ye… Anda siapa? Apa keperluan anda?,” Tanya ku bingung. Pria itu kembali terdiam tidak menjawab pertanyaan ku untuk beberapa saat. “Aku adalah bodyguard sekaligus supir pribadi manager kalian yang baru… Manager kalian meminta ku untuk menjemput kalian, Ia mengatakan ada hal penting yang harus kalian bicarakan bersamanya,” Aku seketika mengangguk paham setelah mendengar penjelasan pria itu. Aku menyuruhnya masuk tetapi, Pria itu menolak dan berkata akan menunggu kami di mobil. Aku yang tidak ingin membuatnya menunggu lama pun, Dengan cepat langsung berlari masuk untuk membangunkan member lainnya.

_Suho POV END_

 

 

 

 

 

Suho berjalan masuk dan baru saja akan naik menuju kamar para member EXO lainnya, Ia bertemu dengan D.O serta Chanyeol dan Baekhyun yang mengikutinya dari belakang dengan penampilan yang masih berantakan karena baru bangun.

“Oh! Kalian sudah bangun! Chanyeol-ah dan kau Baekhyun-ah… Tumben sekali kalian berdua bangun bersama D.O-ya,” Ucap Suho sambil mendekati ketiga membernya itu. Tiba – tiba saja D.O menatap Suho dengan ekspresi kesalnya. “Hahh… Hyung, Aku ini masih sangat mengantuk dan mereka berdua terus menganggu ku! Mereka terus meminta ku untuk membuatkan mereka makanan! Untung saja mereka tidak membangunkan Kai-ya…,” Keluh D.O sambil melirik Chanyeol dan Baekhyun yang tersenyum lebar tanpa rasa bersalah. Suho menggelengkan kepalanya ketika mendengar tingkah kedua membernya yang terlalu aktif itu.

“Suho hyung, Kau habis dari mana??,” Tanya Baekhyun yang baru tersadar jika Suho tidak berasal dari kamarnya. Suho seketika kembali teringat akan tujuannya pertama. “Ahh, Itu… Manager memiliki bodyguard sekaligus supir pribadi baru dan kita disuruh bersiap – siap karena manager menyuruh kita berkumpul, Katanya ingin membahas hal penting,” Jelas Suho yang kemudian disambut wajah frustasi D.O, Chanyeol dan Baekhyun.

“Aishh, Kenapa harus membahas hal penting pada hari libur kita ini sihh..,” Keluh Baekhyun malas yang langsung mendapat anggukkan setuju D.O dan Chanyeol. “Sudahlah, Pasti hanya sebentar… Lagi pula, Siapa tau ini benar – benar penting,” Ucap Suho yang menasehati ketiga membernya itu. Akhirnya dengan pasrah mereka pun beranjak naik menuju kamar untuk bersiap – siap. “Ahh, D.O-ya… Tolong bangunkan dan beritahu member lainnya!,” Pesan Suho yang kemudian di balas D.O dengan anggukkan paham.

 

 

 

Beberapa saat kemudian, Akhirnya secara perlahan para member EXO mulai satu persatu berkumpul di ruang tengah. Ruang tengah yang awalnya sepi pun kembali menjadi riuh terutama setelah Chanyeol, Chen dan Baekhyun datang. Suho pun turun bersama dengan D.O yang membantu Kai berjalan menggunakan tongkatnya karena kaki Kai yang masih belum sembuh total dari cedera saat EXOr’DIUM.

“Hyung! Apa kita semua benar – benar harus pergi?? Tanya Chen dengan wajah memelasnya. “NE! Sudahlah… Aku yakin ini akan sebentar,” Jawab Suho sambil tersenyum kecil. “Baiklah, Semua sudah lengkap??,” Tanya Suho memeriksa para membernya. “NE!!,” Teriak seluruh member secara bersamaan. “Bagus! Sekarang kalian keluar dan masuk ke dalam mobil, Jangan ada yang dorong – dorongan!,” Ucap Suho sambil memandang Chen, Baekhyun dan Chanyeol, Yang di tatap pun hanya tersenyum lebar tanda mengerti. “Dan… D.O-ya, Tolong bantu Kai-ya hingga ke mobil ya,” Ucap Suho dan D.O langsung menjawab dengan anggukkan paham.

Ketika semua member telah berjalan keluar secara berurutan, Tiba – tiba saja Sehun berhenti tepat di hadapan Suho dan tentu saja itu membuat Suho kembali mengerutkan dahinya. “Sehunnie? Waeyo?? Apa ada yang tertinggal di kamar?? Aku akan menemani-”

 

“Suho hyung, Tolong lupakan saja… Ucapan ku yang tadi di ruang tengah…,”

 

Suho yang mendengar pernyataan Sehun semakin menjadi bingung. Namun, Belum sempat ia mengeluarkan sepatah kata Sehun telah memotongnya lagi.

 

“Aku baru menyadari… Bahwa, Semua harapan ini akan sia – sia… Karena ini adalah dunia yang hanya berisi dengan realita… Dan, Impianku bukanlah sebuah realita…,”

 

Setelah selesai berkata seperti itu, Sehun langsung berjalan pergi meninggalkan Suho menyusul member lainnya yang sudah berada di mobil. Suho terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya tersadar lalu mengunci pintu dorm dan menyusul member lainnya.

 

 

^_MOBIL_^

Semua member akhirnya telah masuk ke dalam mobil. Mobil pun mulai di nyalakan.

“Ummm, Manager menyuruh kami semua berkumpul dimana??,” Tanya Xiumin sang member tertua berwajah imut itu dengan penasaran sambil memakan roti panggang yang baru saja ia buat di dorm tadi. Pria yang mengaku sebagai bodyguard serta supir pribadi baru manager mereka itu hanya diam. “Joesonghamnida… Benar, Kami belum tau dimana manager menyuruh kami berkumpul… Bisa kau beritahu kami??,” Tanya Lay sang Dancing Machine EXO-M itu yang ikut bertanya karena penasaran.

Suasana mencengkam seketika menyelimuti mereka. “Aha… Ahahaha! Kenapa suasana jadi terasa mencengkam seperti ini?? Ucap Chanyeol yang berusaha mencairkan suasana. “Apa ada masalah?? Apa kami tidak boleh tau tempat pertemuannya??,” Tanya Kai yang bertanya secara baik – baik, Karena ia merasakan aura aneh pada orang itu.

 

“Titik kesatuan EXO…”

 

Semua terdiam sekaligus mengerutkan dahi setelah mendengar jawaban aneh dari pria itu. “Mwo? Maksud anda apa??,” Tanya D.O  heran. Namun, Tiba – tiba saja mobil yang mereka tumpangi mendadak mulai bergetar hebat hingga membuat semua member panik.

 

 

“Woah!! Ige mwoya!?!?”

“A… Ada apa dengan mobil ini?!?”

“HWAAA!!! EOMMA!!!!”

“YA! Baekhyun-ah!! Jangan berteriak!!!”

“YA!! YA!! Jeballyo!!”

“Ini gempa!! HUAAA!”

“YA! Kalian semua tenanglah!!”

“HUAA!! HYUNG!!!!”

“YA!! Sehun-ah!! tenanglah!!”

 

 

“HWAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

 

 

 

 

To Be Continue…

The Prince Of Dimension [Chapter One] || EXO Fantasy FanFiction

picsart_08-21-07.49.44.jpg

 

Grence : Hurt, Sad, Fantasy, Romance, Family, SchoolLife, & Friendship.

Main Cast :

  • Kim Jong In [KAI] – Prince Of Dimension.
  • Lee Cantika Hime [CACA] (OC) – Princess Of Time.

Support Cast :

  • Park Chan Yeol [CHANYEOL].
  • Oh Sehun [SEHUN].
  • Jung Soo Jung [KRYSTAL].

 

 

 

WARNING! FF INI ASLI DARI KEPALA AUTHOR! TOLONG JANGAN COPAS! DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT READERS!

 

 

 

 

Aku duduk termenung pada salah satu atap rumah manusia. Berbagai macam pertanyaan memenuhi kepala ku. Aku menghembuskan nafas ku kecil sebelum kemudian memperhatikan sebuah rumah mewah dengan halaman yang penuh akan bunga mawar ungu yang indah. Rumah itu adalah tempat tinggal pasangan suami istri yang baru saja aku temui beberapa saat yang lalu. Setelah aku selidiki, Rupanya wanita itu bernama Cho Hime Agatha ia merupakan seorang pemain piano ternama asal Tokyo, Jepang sedangkan suaminya bernama Lee Zen Lou ia seorang pengusaha suksess asal Tionghoa, China.

Terlihat mereka tengah menikmati secangkir cokelat panas di ruang tamu sambil bercanda tawa. Ya, Aku dapat melihat segalanya dengan sangat jelas. Aku mengacak rammbut ku dengan frustasi. “Sekarang… Sekarang apa yang harus aku lakukan??,” Gumam ku bingung serta frustasi.

 

 

 

 

 

{FLASBACK}

Aku yang masih sangat terkejut menjadi tidak bisa mengeluarkan sepatah kata. “Soo.. Soora, Dia terdorong jatuh masuk ke dalam lubang dimensi terlahir kembali… Dan.. Dan, Wanita itu yang mengandung dirinya!,” Kini aku mengerti kenapa aku bisa sangat kesulitan mencari Soora, Semua itu karena Soora masuk ke dalam sebuah proses dimana dia terbentuk kembali menjadi sosok lain dan akan terlahir sebagai jiwa yang baru.

 

“Aku harus memberitahu hal ini kepada mereka! Aku tidak mau kehilangannya!,”

 

Baru saja aku ingin mengucapkan sepatah kata. Tiba – tiba saja tubuh ku di kelilingi kabut putih yang sangat bercahaya hingga membuat ku harus memejamkan mata ku. Setelah merasa semua terhenti, Aku kembali membuka mata ku. Sekeliling ku menjadi putih dan kini sesosok serigala putih dengan sembilan ekor telah berdiri di hadapan ku, Dengan cepat aku tersenyum karena menyadari bahwa, Serigala itu merupakan hewan suci pelindung milik Soora. “Kau.. Kau benar – benar, Whyren??” Tanya ku dengan sedikit rasa curiga.

Namun, Rasa curiga ku lenyap ketika serigala itu menganggukkan kepalanya. Aku tersenyum lebar lalu berjalan mendekatinya. “Whyren, Bagaimana kau bisa keluar dari kalung Soora?” Tanya ku heran lalu ia terdiam sambil menatap ku serius. Lalu, Secara mengejutkan tubuhnya mengeluarkan cahaya dan mengubah wujudnya menjadi wanita cantik dengan kulit seputih susu, rambut putih dan warna mata biru laut yang indah.

“Why.. Whyren?? Ba.. Bagaimana bisa??” Tanya ku dengan pandangan takjub serta tidak percaya sambil mundur beberapa langkah. Whyren yang kini dalam wujud manusia hanya tersenyum melihat diriku. Lalu, Ia mendekati diriku. “Aku memang bisa berubah wujud menjadi manusia tetapi, Yang mengetahui hal ini hanya Soora.. Karena ia bilang aku hanya boleh berubah ketika situasi tengah dalam keadaan kritis dan dia tidak bisa melakukan apa – apa, Contohnya seperti saat ini..” Jelas Whyren pada ku dan aku hanya menanggapinya dengan anggukkan paham.

“Jadi.. Kau akan membantu ku?? Membantu ku kembali mendapatkan Soora??” Tanya ku dengan penuh harap tetapi, Ia malah menggelengkan kepalanya kecil hingga membuat ku mengerutkan dahi ku bingung.

“Aku kesini hanya ingin mengingatkan dirimu yang hampir saja membuat kesalahan yang lebih fatal lagi.. Soora, Dia telah terdorong jatuh ke dalam lubang dimensi terlahir kembali dan kini ia tengah mengalami proses menjadi jiwa yang baru! Jika kau memberitahu mereka identitas asli calon anak mereka.. Maka.. Maka.. Soora akan menghilang selamanya dari dunia!,” Jelas Whyren yang membuat ku membulatkan mata ku shock. “Untung saja aku berhasil keluar dan menghentikan mu!” Omelnya pada ku dengan sedikit kesal.

Tubuh ku seketika menjadi lemas. Aku terduduk lemas sambil tertunduk. “Lalu apa yang harus aku lakukan?? Bagaimana.. Bagaimana aku bisa mendapatkannya kembali??” Lirih ku putus asa.

 

“Ada satu cara..”

 

Sontak aku mendongakkan kepala ku, kemudian berdiri dan menatap Whyren serius. “Bagaimana caranya!? Beritahu aku! Aku akan melakukan apa pun demi mendapatkannya kembali!” Ucap ku sambil memegang kedua pundaknya dan mengguncang tubuhnya. “Ya! Tenanglah!” Whyren melepaskan cengkraman tangan ku pada pundaknya. Ia menatap ku dengan serius sebelum memulai pembicaraannya.

“Begini, Soora.. Dia akan terlahir kembali sebagai jiwa yang baru tetapi, Dia akan kehilangan seluruh memorinya tentang masa lalunya, Jati dirinya… Dan juga dirimu.” Ujar Whyren yang kemudian berhenti sebentar untuk memberi ku waktu agar tenang. “Soora.. Dia juga akan memiliki takdir yang baru dan jika kau mau memilikinya kembali, Kau harus berusaha sendiri.. Berusaha membuatnya kembali jatuh cinta padamu.. Namun, Kau hanya bisa menjumpainya pada masa dimana dia berumur 14 tahun karena masa depannya belum terbentuk akibat takdir barunya.” Jelas Whyren panjang lebar.

“Apa ada larangan lainnya?? Aku takut akan membuat kesalahan yang lebih fatal.” Tanya ku padanya. “Oh ya! Tidak boleh ada seorang pun yang mengetahui jati dirimu… Karena jika ada yang mengetahuinya maka waktu hidupmu akan berkurang setengah-“

 

“Tunggu, Apa maksudmu dengan ‘Waktu Hidup’?? Aku ini abadi kan!?”

 

“Semenjak.. Semenjak kau kehilangan Soora, Alam semesta menjadi sedikit berantakan dan itu berpengaruh pada dirimu.. Kau hanya memiliki waktu hingga 26 juni 2017 dan kau hanya boleh bertemu dengannya 8 kali pertemuan saja, Jadi kau harus gunakan 8 pertemuan itu sebaik mungkin!,” Jelas Whyren hingga membuat ku benar – benar terdiam dengan pikiran ku sendiri.

{FLASHBACK END}

 

 

 

 

“Aku tidak punya pilihan lain.. Aku harus melakukannya, Aku harus menjadikannya milik ku kembali dan aku tidak peduli resiko yang akan aku dapat!” Dengan tekad yang sudah bulat, Aku mengibaskan salah satu tangan ku hingga memunculkan sebuah lubang dimensi waktu dan tanpa ragu aku masuk ke dalamnya.

 

 

 

 

 

To Be Continue…

The Prince Of Dimension [PROLOG] || EXO Fantasy FanFiction

picsart_08-21-07.49.44.jpg

Grence : Hurt, Sad, Fantasy, Romance, Family, SchoolLife & Friendship.

Main Cast :

  • Kim Jong In [KAI] – Prince Of Dimension.
  • Lee Cantika Hime [CACA] (OC) – Princess Of Time.

Support Cast :

  • Park Chan Yeol [CHANYEOL].
  • Oh Sehun [SEHUN].
  • Jung Soo Jung [KRYSTAL].

 

 

 

WARNING! FF INI ASLI DARI KEPALA AUTHOR! TOLONG JANGAN COPAS! DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT READERS!

 

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Aku sungguh menyesal…

Aku telah melakukan kesalahan besar…

Aku membiarkan amarah menguasai diriku…

Hingga aku menyakiti dan melukai mu…

 

Aku kehilangan dirimu…

Namun, Aku akan menebus semuanya…

Aku akan mencari mu…

Keseluruh penjuru dimensi… Ruang dan waktu…

Aku pasti akan menemukan mu… Lalu, Memiliki mu kembali…

Aku berjanji setelah itu…

Aku berjanji akan selalu menjaga mu dan membahagiakan mu…

 

Tunggulah…

Tunggulah aku…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

 

 

   London, Inggris

18, December 2001

        17.26 pm

 

Perlahan langit menjadi gelap seiring dengan tenggelamnya matahari. Hampir semua orang – orang yang berjalan kaki pada saat itu sesekali merapatkan jaket tebal yang membalut tubuh mereka. Semua itu karena udara disana semakin berhembus sedikit kencang. Namun, Tak urung membuat senyum pada wajah semua orang pudar. Banyak orang yang tidak terlalu mempedulikan udara di sekeliling mereka dan tetap meneruskan kegiatan mereka seperti, menikmati pemandangan kota pada malam dan mencari kebutuhan lainnya untuk menyambut datangnya musim dingin.

Tidak jauh dari keramaian. Pada salah satu gang kecil, Keluar sesosok laki – laki dengan sweatshirt hitam yang di lapisi oleh longcoat berwarna cokelat muda. Wajahnya terlihat pucat dan dingin bagaikan memakai topeng es, Kulitnya yang eksotis terasa dingin, Bibirnya yang tebal terlihat kering, dan Matanya yang tajam hanya memperlihatkan pandangan kosong. Salah satu pergelangan tangannya memakai sebuah gelang kulit yang bertuliskan nama ‘KAI’.

 

 

 

 

 

_Kai POV_

 

Aku memperhatikan para manusia – manusia itu. Tanpa berfikir panjang, Aku langsung ikut berbaur bersama para manusia. Sesekali pandanganku menangkap beberapa pasangan yang tengah menikmati waktu mereka bersama – sama sambil berbicara dan bercanda tawa. Sebuah rasa bersalah dan menyesal kembali menyelimuti hati ku.

“Sampai kapan? Sampai kapan kau akan membiarkan ku merasakan rasa penyesalan dan sakit ini?? Telah ribuan dimensi aku kunjungi untuk mencari mu.. Aku mohon jawab telepathy ini walau hanya sekali.. Aku mohon.. Aku mohon, Soora..” Dengan putus asa, Aku terus berjalan sambil menyalakan telepathy ku.

 

“Unng.. Oa.. Ah..”

 

DEG!

 

Seketika langkah ku terhenti dan tubuh ku menjadi kaku. Aku terdiam untuk beberapa saat. Aliran darah ku mengalir deras dan tubuh ku bergetar hebat. “So.. Soora?” Dengan penuh konsentrasi aku memejamkan mata ku dan berusaha memusatkan pikiran ku pada tempat Soora berada. Namun, Pandangan ku sangatlah buram.

“Soora.. Soora.. Barusan kamu menjawab telepathy ku kan!? A.. Aku mohon jawab telepathy ku sekali lagi agar aku dapat menemukan mu!” Aku menunggu jawaban dari Soora tetapi, Tidak ada satu pun suara terdengar hingga membuat ku menjadi kembali khawatir dan panik.

 

“Excuse me, Are you alright??”

 

Aku sontak membuka mata ku. Aku mendapati sesosok wanita berwajah hangat tengah menatap ku dengan raut wajah khawatir. Aku yang merasa tidak enak karena membuatnya khawatir pun hanya bisa tersenyum kecil. “Thank you for asking.. But, I’m fine.” Jawab ku seramah mungkin pada wanita itu.

 

“Thank god, I saw you from far and you look in pain.. So i approached you” 

 

Aku terdiam mendengar perkataan wanita itu. “Sebegitu terlihatkah rasa sakit dalam diriku saat ini??” Aku menunduk sambil tersenyum kecut.

 

“Honey!”

 

Kepala ku kembali terangkat saat sesosok pria dengan aura hangat menghampiri ku dan wanita di hadapanku ini. Pria ini menatap ku dan menunjukkan senyum hangatnya pada ku.

 

“Ah, This is my husband.. We just married last year” 

 

Pria yang ternyata adalah suami dari wanita itu hanya tersenyum sambil mengangguk kecil. Pasangan di hadapanku ini memancarkan aura kebahagiaan yang sangat besar hingga membuat ku kembali teringat pada Soora. “Kalau tidak salah.. Permohonan pertama yang Soora buat setelah pernikahan adalah agar kehidupan kami selalu bahagia.. Namun, Sepertinya aku sendiri telah menghancurkan harapannya itu..” Dengan senyum yang sedikit terpaksa, Aku hanya bisa diam – diam memandang pasangan di hadapanku ini dengan iri.

 

“And.. My wife pregnant, It’s 3 month.”

 

Aku yang mendengar pernyataan itu seketika merasakan perasaan hangat menyelimuti hati ku. “Cong.. Congratulation.. I’m happy to hear that.” Ucap ku pada mereka dan mereka membalas dengan anggukan kecil serta senyum hangat yang tak pernah hilang dari wajah mereka. Pria itu terlihat mengelus perut wanita itu, Dapat aku lihat dengan sangat jelas mata pria itu memancarkan rasa cinta yang luar biasa.

Sebuah senyum tulus terukir pada wajah ku. “You are very lucky to have husband who really love you, I’m sure.. You will always be happy, Especially after your child is born.” Ucap ku dengan sangat tulus. Mereka berdua terlihat tersipu malu serta bahagia setelah mendengar pernyataanku.

 

“Ou.. Ai.. Oup”

 

“Soora!” Jerit ku refleks saat telepathy ku kembali mendapat respon jawaban dari Soora. Aku kembali memejamkan mata dan berusaha fokus mencari keberadaan Soora.

 

“Soora?? Is that your girlfriend name??”

 

Aku diam tidak menanggapi pertanyaan wanita itu. Karena kali ini aku tidak ingin kehilangan letak keberadaan Soora seperti tadi. “Soora.. Kamu sebenarnya berada dimana?? Aku merasakan keberadaan mu.. Tetapi, Dimana??,” Pikir ku dengan sangat bingung serta frustasi.

 

“Oh My God! Honey! I feel the baby move!”

“Huh? But, It’s no way.. Our baby still 3 month.”

 

Aku membuka kembali mata ku. Aku menoleh dan melihat perut wanita itu. Aku seketika langsung membulatkan mata ku sempurna, Saat menangkap gambaran sosok bayi dalam kandungan wanita itu bersinar emas dan mengenakan kalung jam pasir.

 

“Soo.. Soora..”

 

 

 

 

To Be Continue….